Saturday, 22 March 2014

Curcol Malam Minggu

It's hard to find someone who will love you for exactly who you are.

Dan saya kini tengah merasakan hal yang demikian terhadap diri saya. Betapa saya, seorang saya, yang amat membenci pencitraan, harus melakukan itu hanya demi terlihat baik di hadapan semua insan. Menjadi munafik bukanlah pilihan, melainkan kewajiban.
Saya berulang kali berusaha untuk menampik kenyataan. Bahwa suatu saat dunia mungkin berubah. Visi manusia akan berangsur-angsur menuju kepada modernitas dan liberalisme total; tanpa adanya tatapan mata memicing penuh amarah dan penghakiman sembarangan. Sebab yang seringkali saya saksikan adalah betapa banyaknya umat manusia yang dengan sembarangannya menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Mungkin saya juga pernah seperti itu. Tapi sekarang saya sadar, betapa tidak mengenakannya dinilai hanya dari luarnya saja. Memangnya saya ini apa, kok hanya dilihat dari bungkusnya saja.

I live here, in this world, not to please anyone. So please, just accept me for who I am.

Kalau saya tetap beranggapan demikian, saya rasa akan semakin banyak manusia yang melotot ke saya dan seakan-akan sosok seorang saya ingin mereka terkam hidup hidup. Apa yang salah dengan menjadi diri sendiri? Apa yang salah dengan berusaha untuk tidak munafik? Saya rasa banyak salahnya. Karena pada hakikatnya, manusia sekarang hidup bermuka dua. Di luarnya kelihatan baik, tapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, ia busuk.
Sama seperti saya. Bedanya mungkin, dari luar saya terlihat busuk dan tidak seharusnya seorang perempuan seperti saya. Tapi saya juga manusia. Saya punya perasaan yang sebenarnya sangat lembut. Haha, bolehlah tertawa. Tapi memang itu yang terjadi. I'm such a dramatic person. Saya bisa menangis hanya karena hal sepele. Saya bisa bersedih hanya karena hal kecil. Saya mudah tersentuh, hingga tidak jarang, saya gampang dipermainkan.
Saya bingung. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus ikutan munafik? Apa saya harus terus menutupi jati diri saya? Sampai kapan?

No comments:

Post a Comment