Friday, 29 June 2012

Ingin Mati Rasa

"Benci sama cinta itu, bedanya tipis."

Gue harus mengakui kalau quotes itu benar. Pernah ada masa dimana gue sayang sama seseorang yang berinisial Y dalam hidup gue, dan gue sayang sama dia 2 tahun lebih. Jelas, dia pernah jadi pacar gue. Bagian dari masa lalu gue karena sekarang dia udah bukan pacar gue lagi. Anyway, gue putus sama dia karena banyak masalah. Dan sekarang gue sebenernya dibilang move on.... ya memang udah move on. Udah bisa nikmatin hidup dengan jalanin se fun mungkin sama orang-orang lain yang ada di hidup gue, yang mungkin lama gue lupakan karena waktu gue yang terlalu tersita saat gue pacaran sama Y ini. Cuma.....nggak bisa dipungkiri. Gue masih suka melihat ke belakang, dan masih peduli. Walau mungkin, cinta tidak ada lagi di hati. Saik.
Jadi, gue udah putus sama Y itu udah lumayan lama. Dan dikarenakan oleh....... ya udah lah nggak usah dijelasin panjang-panjang alasan gue putus sama dia. Dan gue sama dia jadian sekitar 2 tahun 1 bulan, putusnya itu H-2 anniversary ke 26 bulan. Dia yang mutusin, dan gue terima. Karena pada saat itu gue juga udah merasa lelah, dan jujur, agak muak sama perilakunya dia. But, however, he was my first love, my first boyfriend, and in my opinion, we had such wonderful memories together. Eventhough gue merasa bahwa lebih banyak gue merana daripada bahagia. Gue sama sekali tidak menyesali bahwa ada saat dimana gue sama Y ini pernah pacaran. Gue juga nggak menyesali saat gue putus (jelas gue nggak menyesal, orang dia yang mutusin) tapi ya sudah. Gue jujur aja, berusaha untuk membenci dia. Walau mungkin saat putuspun, rasa sayang sama sekali udah enggak tersisa. Dia kerap ngajak gue balikan. Baru-baru ini juga masih sering ngajak balikan. Tapi gue pribadi lebih baik enggak memberi tanggapan. Mengapa? Karena gue berpikir, some things better left unspoken. Gue nggak mau balikan, tapi kalau nolak dan bilang "sori, Y, gue nggak mau balikan lagi sama lo," itu lebih menyakitkan buat gue. Enggak percaya? Coba sendiri. Jadi menurut gue, lebih baik enggak usah lah, gue beri dia kata-kata atau apa. Mending diem aja. 
Kedua orang tua gue udah benci banget sama dia. Gue nggak direstuin lagi pacaran sama dia dulu. Akhirnya pacaran pun diem-diem dan kalau ketemuan juga diem-diem. Agak miris sebenarnya, cuman ya untungnya dulu sama-sama serius ngejalaninnya. Tapi ya karena sulit, lama-lama enggak tahan karena banyak masalah juga, akhirnya.....yah, ibaratnya sekeras-kerasnya batu kalau kena air terus juga bakal hancur. Terus semenjak gue putus sama Y ini, nyokap selalu bilang, "kalau kamu mau ngelupain dia, kamu inget segala keburukannya dia selama ini dan hal-hal nyebelin yang pernah dia lakuin ke kamu." Sayangnya, karena terlalu banyak itulah, gue jadi mati rasa. 
Kebelakangnya, gue sudah mulai terbiasa dengan kesendirian dan enggak sayang sama siapa-siapa lagi. Mengingat gue juga udah deket sama cowok lain dan udah suka sama cowok itu. Cuman barusan, di Twitter, gue lihat Y itu update dan dia bilang dia habis nyasar di deket rumah temen SMP gue gara-gara habis nganterin seseorang. Gue pasang tampang poker face. Gue enggak paham sama perasaan yang langsung bergejolak di hati gue. Gue mungkin cemburu. Tapi siapa gue? Mengingat gue sudah bukan siapa-siapanya dia lagi dan gue juga udah yakin kalau gue udah enggak sayang sama dia. Gue langsung log out Twitter dan BBM sahabat gue yang namanya Rahan. Gue cerita semua itu. Dia cuma bilang lebih baik jangan dikepo-kepoin lagi. Terus gak tau lagi, orangnya belum bales BBM gue lagi.

Entah.
Enggak tahu.
Rasanya beda.
Tapi mendadak cemburu.
Kemarin sudah yakin kalau gue nggak cinta.

Being Legal?


Hallo, Blog! 
Pada akhirnya, gue sudah mencapai usia gue yang ke 17. Sebenernya, apa sih usia ke 17 itu? Does it matter and important for you? Kalau untuk gue pribadi, menurut gue, yes, it does matter to me. Mungkin nggak cuman gue, tapi juga ke seluruh remaja di Indonesia. Because turning 17 means that you're legal and you will have your own nationality ID Card. Intinya, lo udah dewasa dan nggak terlalu perlu untuk selalu di bawah pengawasan orang tua lo. Sebenernya untuk yang kalimat terakhir gue tadi juga agak gimana gitu ya, mengingat dalam opini dan pandangan gue sendiri, semakin kesini semakin kurang tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing pribadi yang memasuki usia ke 17. Buktinya aja, seringkali gue lihat semakin kesini semakin banyak juga anak-anak yang udah MBA, ngeboat dan lain sebagainya. Which is make me so scared. Untungnya so far gue bisa menjaga diri dan pendirian gue untuk nggak ikut-ikutan terjun dalam pergaulan macam gitu. Yap, gue akan menceritakan bagaimana rasanya sudah --atau baru -- memasuki usia yang ke tujuh belas.
Senin 25 Juni 2012, jam 00.00 gue disurprisein oleh keluarga gue, yaitu Papa, Mama, dan Anya. Mereka masuk ke kamar gue dan ngebawain gue cupcakes dan yah singing Happy Birthday gitu. Tapi sebenernya bukan mereka orang pertama yang ngucapin, tapi ada temennya temen gue yang nge add BBM gue yang namanya Aldo -_- padahal gue kenal juga enggak sama ini orang. Tapi ya sudah, nggak apa-apa yang penting ada yang ngucapin. Terus setelah tiup lilin itu gue sekeluarga doa bersama.

Ini gue setelah dikasih surprise jam 00.00

Abis gitu gue semaleman bener-bener nggak tidur dan banyak banget yang ngucapin selamat ulang tahun ke gue. Rasanya seneng banget, kayak semua orang tau ulang tahun lo. Ya even itu karena Facebook dan karena gue masang PM di BBM kalau gue ulang tahun sih, jadi banyak yang pada tau gitu. Anyway, mantan gue ngucapin cuman nggak masang nama gue di PM-nya dia kalau gue ulang tahun. Nggak masalah, cuman ya agak gimana gitu aja ngerasanya. Dan gebetan gue........sebenernya gue agak gregetan sama dia. Gue BBM-an sama dia dari jam 9 malem tanggal 24 Juni sampe jam 6 pagi tanggal 25 Juni, tapi dia nggak sadar-sadar kalau gue ulang tahun. Mungkin dia nggak akan ngucapin kalau nggak gue kasih tau gue ulang tahun -_- 
Siang harinya itu gue makan di restoran padang berdua sama bokap. Krik abis ya. Di hari spesial makannya nasi padang. Sesuatu. Tapi nggak apa-apa kok berkesan. Dan gue sama sekali nggak curiga nih, pasalnya, siang itu bokap tiba-tiba bilang, "kak, ingetin papa ya nanti buat es di rumah." Dan gue iya-iya aja. Padahal setelah dipikir-pikir, orang rumah gue nggak gitu suka makan es atau minum sesuatu yang pake es batu gitu. Terus sesampainya di rumah, gue langsung ke kamar dan mendengarkan lagu hingga jatuh tertidur.
Gue baru bangun dari tidur cantik gue itu jam 6 sore, dan gue langsung mandi. Gue heran karena nyokap pake baju rapi dan bagus gitu, gue tanya aja, "ma mau kemana?" terus kata nyokap, "mau ada doa bersama kak di rumah Bu X." Gue percaya aja. Terus gue udah selesai mandi tuh, dan gue masuk ke kamar lagi. Gue dengerin lagu lagi sambil ngebalesin ucapan happy birthday dari orang-orang di BBM. Gak lama kemudian, nyokap ke kamar gue dan bilang, "kak, keluar dulu, ada yang nyariin tuh." Terus gue keluar rumah, daaannnn......surpriseeee! Keluarga besar bokap dan nyokap dateng di luar dan mereka ngasih gue surprise dengan baju formal yang kece-kece gitu sedangkan gue cuma pake baju kaos abu-abu gombrong dan celana boxer yang kecil banget. Gue cuma bisa bengong tapi abis gitu senyum-senyum sendiri. Terus gue disuruh potong kue dan tiup lilin. Terus abis gitu Frans dateng dan dia bilang, "ini kue dari sepupu-sepupu keluarga Basuki." Terus gue nanya, "mana lilinnya?" terus Frans bilang,"udah tiup aja dulu kuenya." Dan gobloknya, gue tiup kue tak berlilin itu. Nah, pas gue tiup itulah, Mas Adi, sodara gue yang kebetulan ulang tahunnya tanggal 25 Juni juga, numplekin kue itu ke muka gue sampe muka gue bener-bener penuh kue. Dan nggak cuma Mas Adi doang, tapi sepupu-sepupu gue yang cowok-cowok lainnya juga ikutan. Gue bengong diiringi tawa seluruh keluarga gue yang lain. Terus karena gue gak terima Mas Adi yang ulang tahun juga tapi nggak kena kue, akhirnya gue kejar Mas Adi dan meper kuenya ke dia. Alhasil, gue sama Mas Adi sama-sama belepotan kue dan harus mandi lagi.








Setelah gue ditumplekin pake kue dan segala macem, akhirnya gue mandi. Setelah mandi barulah acara yang seru-serunya seperti makan, begitu. Hahahaha, tapi gue juga potong tumpeng dulu dong tentunya biar sok ide. Nih fotonya:


Pokoknya gue seneng banget di ulang tahun gue yang ke 17 kemarin Senin. Makasih semuanya! Love you all!

Sunday, 17 June 2012

Friendship; it will last forever and remains in your heart to infinity

Semua orang pasti punya sahabat atau teman-teman yang selalu ada di kala suka atau duka. So do I. Selama SMP gue punya Gracia, Rachel, Kiki Lestari, Laura, Cindy sebagai sahabat-sahabat gue, selama SMA, gue punya Shalimar, Nadel, dan Kiki Pranata sebagai sahabat gue. Maka pada post gue kali ini, gue mau cerita soal sahabat-sahabat gue di masa SMA yang penuh warna warni ini. Yea.

SHALIMAR DINNURQUESA MENDEZ

Nah, foto diatas itu adalah sahabat gue yang namanya Shalimar. She's half Spanish half Indonesian. Bokapnya orang Spanyol asli sedangkan nyokapnya orang Indonesia. Shalimar ini orangnya gila banget, rame, bebas, nggak pernah takut, selalu berani dalam bertindak, rule breaker, sensasional, dan kalau jalan sama dia kemanapun....lo bakalan berasa 1000 mata memandang lo. Karena dia ini eye catching banget, entah kenapa. Hahahaha. Dia juga paling berpengalaman when it comes to boys. Kalau buka handphonenya dan liat contact BBM-nya, bakalan jauh lebih banyak contact cowok dibanding cewek, mengingat sekolah kita itu adalah sekolah perempuan. Hahahaha. Shalimar juga orangnya blak-blakan, dia berzodiak Cancer, sama seperti gue. Jadi kami berdua banyak kesamaan dan kami orangnya terlalu baik kepada siapapun. Bedanya, Shalimar tegaan orangnya, jadi kalo dia ngerasa nggak suka sama sesuatu dan udah ngerasa kebaikannya dimanfaatin orang lain, dia bakalan berani ngomong dan labrak itu orang straight to the point. Beda sama gue yang pasrahan. Hahahaha. Ciri khas dari Shalimar adalah selalu membawa lunch box bergambar Marylin Monroe yang isinya SELALU Oreo, terus suka bawa snack-snack import gitu. Dia juga yang mengenalkan gue pada Bacon Crackers-nya Marks and Spencer dan suka membawa Froot Loops. She loves to eat and she doesn't like rice. Dasar bule.

Me and Shalimar


 NADIA DELAROSA

Selanjutnya adalah sahabat gue yang bernama Nadia Delarosa. She's my chairmate. Nadel ini orangnya sangat tegaan dan blak-blakan. Gue pernah nangis gara-gara dimarahin sama ini orang satu. Nadel itu penyuka musik dan diam-diam menghanyutkan. Orangnya nggak banyak ngomong, tapi kalau udah kenal baik, orangnya asyik. Kalau nggak suka sama orang, orang yang nggak disukain itu bakalan dijutekin habis-habisan. Nadel juga orangnya sangat melihat kenyataan, so sometimes when I decided to dream high, she will tell me to realize and look at the reality too. So I would like to call her my reality teller. Hahahaha. Nadel itu unik, beda lah dari cewek kebanyakan. Nadel itu half Bataknese half Javanese. Gue sama Nadel sama sama tidak menyukai, bisa dibilang membenci, cewek-cewek lebay yang suka teriak-teriak untuk menarik perhatian cowok, nggak suka cewek-cewek berponi rata yang menempel di jidat mereka seperti lem, and always stay cool. Hahahahaha. Pokoknya orang mesti bener-bener kenal Nadel deh untuk melihat sisi baik dan aslinya Nadel. Kalau kesan pertama orang yang ngeliat Nadel pasti bakal mikir dia orangnya jutek. Ciri khas dari Nadel adalah mager, rambutnya panjaaaang banget sepantat, mukanya Batak banget, hitam manis, giginya rapi dan putih banget, matanya agak sipit dan always shows poker face, kalau senyum nyengir, dan banyak menggunakan bahasa tubuh ketika berbicara. 

Nadel and I

 KIKI PRANATA
Nah, penasaran sama siapa wajah dibalik meme tersebut? Namanya adalah Kiki. Gue nggak punya fotonya yang kelihatan mukanya. Jadi gue pake yang itu aja ya, Ki. Maafkan. Kiki ini orangnya heboh, supel, lumayan eksis, kalau ketawa suaranya bisa didengar dari radius 10 kilometer. Kiki juga anaknya lincah, petakilan, kalau lari kenceeeeng banget bahkan sampe pernah disuruh ikut lomba lari sama Pak Jembrong. Kiki ini anak kos lho pemirsa. Dan kosannya itu sering dijadikan basecamp oleh anak kelas XI Bahasa. Ciri khas dari Kiki adalah selalu membawa lunch box bergambar Pink Floyd yang berisi roti tawar kupas dan selai cokelat kacang. Kesamaan gue sama kiki adalah sama-sama menyukai band dan musik indie, dan sama sama berasal dari luar Jakarta namun bersekolah di Jakarta. Hahahaha! Physically, Kiki has a tiny posture, slanted eyes since she is Chinese, rambut sebahu dan punya tahilalat di pipinya. Kiki juga merupakan bendahara yang baik, jago itung-itungan duit (dasar Cina!), tomboy juga orangnya.

Me and Kiki

Nadel-Shalimar-Deanty, Kikinya nggak masuk sekolah

FULL TEAM
Seusai ulangan umum.

"Love is you, girls." -Deanty

God's Kindness and Weekend

Jumat kemarin gue bagi raport. Rasanya mau mati gimana sih. Deg-degan. Banyak hal yang gue takutin. Antara lain adalah takut ada nilai yang merah, dan jujur, takut nggak dapet ranking 1 lagi. Makanya Jumat kemarin itu gue deg-degan dan yah gitu deh. Jadi pada pagi harinya, gue dateng jam 7-an dan ngumpul di kantin bareng Shalimar, Nadel, Nia, dan Maya. Kita makan bubur dulu terus ngobrol-ngobrol gitu kan. Seharusnya jam 7 pagi itu kita ikut misa dulu di aula. Cuman karena udah terlanjur pewe di kantin dan males kemana-mana, akhirnya kita nongkrong aja disitu. And I was the only one who is Catholic. Gue ngerasa bersalah banget, karena nggak ikut misa dan memilih untuk nongkrong makan bubur dan lain-lain. Padahal gue udah berdoa di rumah dan misa di gereja 2 minggu lalu supaya bisa dapet ranking 1 lagi. Yaudah, terus apesnya gue, pas gue lagi mau pesen bubur, dan buburnya sebenernya udah jadi dan udah gue pegang, tiba-tiba Bu Triessye dateng dan marah-marah, nyuruh kita semua ke aula. Yah, mau nggak mau semua ke aula dong. Sampe di aula, gue dimarahin Bu Kus karena gue orang Katolik tapi kenapa baru dateng dan nggak ikutan misa. Gue semakin merasa bersalah dan mual. Mana rok gue untuk seragam batik itu sangatlah pendek, pemirsa. Ditambah lagi gue yang terlalu mager dan sayang menghapus kutek gue yang warnanya lagi bagus. Jadi, Jumat pagi yang penuh keapesan itu gue awali dengan tidak ikut misa, dimarahin guru killer, pake kutek di kuku tangan warna biru ngejreng, dan rok yang pendek.
Selama misa berlangsung (gue dan teman-teman dateng pas lagi komuni) gue hanya diem dan nunduk, berusaha menutupi kuku gue yang ngejreng dan nurun-nurunin rok karena Bu Kus duduk disamping gue. Setelah misa selesai, tibalah saat pengumuman 3 besar di kelas-kelas, pengumuman juara umum dan pengumuman Good Behavior Student. Terus yang pertama diumumin itu dari angkatan kelas XI. Gue dag dig dug. Disamping gue, Shalimar juga kelihatan gelisah karena melihat gue keringat dingin. Dan yang pertama kali diumumin itu adalah 3 besar dari kelas XI Bahasa, pemirsa. Bu Billy ngebacain juara-juaranya itu dimulai dari peringkat ketiga. Dan nama Nadia Delarosa lah yang dipanggil. Akhirnya gue sama Shalimar memeluk Nadel dan mengucapkan selamat. Nadel maju. Terus Bu Billy mengumumkan peringkat kedua dari kelas Bahasa. Dan nama Kiki Pranata lah yang dipanggil. Tapi Kiki hari itu nggak masuk (kapan sih Kiki pernah masuk pas pembagian raport.....) terus.... akhirnya Bu Billy mengumumkan peringkat pertama di kelas XI Bahasa. Dan nama Maria Clara Putri Deanty yang dipanggil. Oke, gue sangat senang dan gue berpelukan dengan Shalimar, kemudian gue maju. Gue langsung BBM nyokap, nyuruh nyokap ke aula untuk menyaksikan anaknya maju ke depan -__- nah tapi BBM pending. Jadi ya sudah, gue BBM bokap aja dan ngabarin gue ranking 1. Terus bokap seneng. Terus gue ke depan. Abis gitu dikasih piagam penghargaan gitu dari sekolah. Terus pengumuman juara umum yang diraih oleh Lydia XI IPS 1, Terus pengumuman Good Behavior Student. Jadi Good Behavior Student ini adalah penghargaan buat anak yang nggak pernah absen, keaktifannya di kelas bagus, nggak pernah terlambat kalau pagi, nggak pernah telat bayar uang sekolah, disiplin dan nggak pernah melanggar tata tertib. Gue udah 3x berturut turut dari kelas X semester II selalu dapet Good Behavior Student. Dan gue juga berharap semester ini gue dapet lagi. Yang dibacain pertama adalah anak kelas X, lalu kelas XI Bahasa. Sebelumnya, Bu Kus sebagai penobat Good Behavior Student bilang kalo nggak semua kelas muridnya fix dapet Good Behavior Student. Terus pas XI Bahasa, dia bilang yang dapet cuman satu anak, dan dia sebut namanya, "atas nama Maria Clara Putri Deanty." Oke, gue senang. Tapi gue bingung, kenapa? Karena gue merasa tidak pantas untuk maju ke depan pada saat itu mengingat rok gue pendek banget dan kuku tangan gue yang berkutek biru ngejreng. Tapi yaudah, bodo amat. Sebisa mungkin gue tutupin itu keduanya. Terus abis gitu gue bagi raport kan, yah lumayan lah, untungnya nggak ada yang merah. Habis gitu gue ke Citos dan PIM sama nyokap, nodong abis-abisan sebagai kado ranking 1 gue. Terus sepulang dari PIM gue jemput sepupu gue, Angel dan Eugene beserta mamanya karena malamnya itu mau ke Puncak bareng keluarga besar nyokap dalam rangka ngerayain ulang tahun bokap. Terus sempet foto-foto gituuu, liat deh.




Terus malemnya sekitar jam 9 malem itu gue sama keluarga besar nyokap langsung ke Puncak, tepatnya ke villa punya sepupunya bokap di Ciawi. Gue disana selama 3 hari 2 malam, and I had so much fun. Tadinya mau kayak berenang gitu kan Sabtu pagi. Cuman setelah gue pikir-pikir, gue takut hitam, men. Jadi gue cuman nungguin adek gue dan sepupu-sepupu gue berenang aja sambil mendengarkan lagu dan foto-foto dipinggir kolam renang.














Terus gue juga merasa gendutan selama liburan ini. Padahal baru juga seminggu liburan ya. Makanya gue menyibukkan diri dengan cara bermain sepeda, badminton, berenang dan jogging. Rencananya mau muaythai dan yoga. Biar tetep stabil berat badannya, malah kalo bisa kurusan. Ya udah segitu dulu deh post gue untuk hari ini. Cao, and see you in another life yea hahaha.

Wednesday, 13 June 2012

Change; it does exist

People change, feelings don't.

Udah sering denger quotes atau perkataan itu? Kalau udah, gimana menurut lo? Bener apa enggak? Well, mungkin gue merasa banyak berubah selama hidup gue. Perubahan fisik, tentu banyak yang berubah. Semakin bertambah umur gue, semakin berubah juga bentuk tubuh dan kondisi fisik gue. Sekarang coba kita omongin mengenai perubahan fisik. Now look at my picture when I was in elementary school, junior high school, and senior high school.

SD kelas VI

SMP kelas VIII

SMA kelas XI

Banyak hal yang berubah. Bisa diliat sendiri. Tapi dengan perubahan fisik gue itu, apakah diiringi dengan perubahan sifat yang drastis juga? Well, iya. Waktu SD gue banyak main dan bisa dibilang juga gue kurang menghargai waktu dan kesenangan yang gue punya bersama temen-temen SD gue. Jadi ya, tiap kali gue main atau ngumpul sama temen-temen waktu SD, kebersamaannya kurang berasa karena memang masih bocah. Jadi intinya, waktu SD itu bocah banget dan kerjaannya hepi-hepi doang.
Sedangkan memasuki masa SMP, ini merupakan masa peralihan antara sifat kebocahan gue itu menjadi sifat yang agak lebih perempuan dan lebih dewasa. Masa SMP itu, gue udah bisa menghargai waktu dan bisa menghargai kebersamaan. Kalau naksir cowok, naksirnya bener-bener ditaksir walau kagak berani ngedeketin...... Hahaha, si Mr. P asal Belanda yang gue taksir dari kelas 7.... Wkwk. Kasih tak sampai banget. Dan menurut gue, SMP itu adalah masa paling asik dalam sejarah gue menuntut ilmu. 
Kemudian masuk ke masa SMA, gue udah mulai berpikir dewasa dan nggak selabil SMP. Di SMA juga udah lebih ngerti dan ada kesadaran untuk menjaga dan merawat penampilan. Yah, selayaknya mau beranjak dewasa gitu lah.

Yak, pada intinya juga. Sebenernya perubahan itu dibutuhkan ketika tingkah laku dan sifat kita yang selama ini kita kira benar dan nggak merugikan siapapun, lama kelamaan dianggap annoying oleh orang disekitar kita. Agak aneh memang, tapi sebaik apapun dan selovely apapun kita, kita harus bisa menerima satu hal: pasti akan selalu ada orang yang nggak suka sama kita. Tapi ingat, jangan pernah berubah - fisik maupun sifat - demi orang lain, melainkan berubahlah dari hati lo, dari kesadaran lo, dan demi kebaikan lo sendiri. 

Single; ready to mingle!

Mungkin belum sempat banyak cerita kemarin, karena memang belum siap juga dan malas memikirkan kemungkinan yang ada kalau seandainya ada orang yang baca posting kemarin selain gue. Oke, itu agak bodoh sebenarnya. Kenapa gue memostingkan sesuatu di tempat yang bisa dibaca orang banyak, kalau gue nggak mau dibaca? Gue juga nggak tau. Ha ha. Jadi pada intinya, just let me tell my whole story today and half yesterday.
Kemarin malam, gue ke PIM sama keluarga dan gue ikut encounter di WallStreet. Sehabis itu gue sekeluarga ngerayain ulang tahun bokap dengan makan di American Grill, which I wasn't eat anything because I want to keep my body as slim as yesterday or even slimmer. Terus gue nonton film Soegija. Sebenernya nggak terlalu suka dan nggak terlalu ngerti, kenapa dikasih judul Soegija kalau ternyata di filmnya sendiri nggak banyak menyorot tentang Soegija pribadi? Malah lebih kelihatan seperti.... apa ya? Just like the end of Dutch invasion and the start of Japanese invasion. Gitu deh, just watch it yourself. Terus akhirnya gue pulang jam 23.30 malam dan sampe rumah jam 00.15. 
Terussss, hari ini gue jalan-jalan ke Bekasi Square sama Anggi, Roselind, dan Bethari. Mereka temen-temen SMP gue, dan hari ini ngumpul aja berempat untuk nonton Madagascar 3, makan Pizza Hut sampe perut mau meledak, nongkrong di J.Co dan foto-foto kayak orang gak tau malu. Hahahaha. Ya pokoknya girls just want to have fun lah. Yea. Ini foto-fotonya:






Yaudah, palingan gitu aja dulu hari ini ceritanya. Berdoa aja semoga nanti malem si Buffalo Soldier BBM, soalnya hari ini doi belum BBM dan membuat gue hampir kehilangan harapan dan menyerah. Hahaahahaha. See ya tomorrow, maybe?