Sudah agak lama semenjak saya menuliskan apa yang saya rasa di sini. Ya, hidup saya belum banyak berubah. Masih sama. Masih hambar. Masih senyap. Belum ada yang bagaimana. Saya sih tidak mengeluh, tapi saya cuma butuh untuk berubah dan mengeluarkan sedikit peluh, tapi bukan peluh karena lelah dengan kenyataan. Bukan peluh karena saya keburu menyerah dengan apa yang terbentang di hadapan. Tapi peluh karena lelah tergelak dalam tawa, mungkin. Entah bisa saya dapatkan lagi atau tidak. Cuma waktu yang bisa menjawab.
2 malam yang lalu, saya seperti diberikan pesan. Pesan klasik, dalam mimpi disampaikan. Mimpi saya itu....
tentang mantan.
Saya sudah lama tidak memikirkan dia, terbersit barang sedetikpun tidak pernah. Sampai malam itu saya mimpikan dia. Saya mimpi, dia sms saya, bilang kalau kangen sama saya dan bilang kalau dia sedang sakit. Kemudian ibunya yang sms saya, bertanya saya ada dimana dan apakah saya tidak keberatan untuk menjenguk mantan saya karena dia sedang sakit.
Mimpinya beda.
Rasanya benar-benar nyata.
Sampai pada pukul 5 pagi hari Kamis dimana gerimis namun petir menggelegar, 15 November 2012, saya terbangun dari tidur saya dan langsung mengecek handphone. Ternyata tidak ada sms apa-apa. Semua hanya mimpi. Tapi aneh.
Kemudian saya cerita sama sahabat saya dan sama ibu saya. Ibu saya suruh saya untuk cek twitter nya mantan. Karena ibu saya juga merasa kalau saya diberikan 'pesan' lewat mimpi itu. Entah apa maksudnya. Lalu saya turuti kata ibu saya. Saya cek twitter mantan.
Dan benar. Ia sedang sakit.
Saya sungguh tidak mengerti. Dari dulu memang mantan saya itu sering sakit. Tapi kenapa malam itu saya diberi mimpi? Yang akhirnya memaksa memori lama diungkit. Dan padahal, mantan saya pun sudah punya pacar lagi. Dan saya enggan membahas sakit hati yang pernah nyelekit.
Nyeri.
Hari Jumat nya, saya sekolah. Dan satu hal, sahabat saya, or used to be sahabat saya, secara resmi sepertinya memusuhi saya. Katanya saya.... hah tau ah gelap. Peduli setan.












