Kala cinta menyapa, otak tak mampu lagi berkuasa. Kadangkala, atau mungkin seringkali, semua dilumpuhkan oleh cinta. Cinta memang maha pengampun, namun mencintai juga sakitnya minta ampun.
Cinta memang tak kasat mata. Tapi sejoli atau sendiri mengerti, bahwa cinta itu cantik. Tapi tak ada yang mampu pungkiri bahwa cinta itu pendatang konflik. Memang, tak selalu yang cantik itu baik.
Perkenankan saya kaitkan luka dengan kenangan, hasil karangan si cinta. Luka tercipta karena adanya gesekan dan sebuah kecanduan yang amat sangat, dengan sesuatu yang namanya menahan kerinduan. Rindu yang tak terungkap hanya akan menambah beban. Jadi, kata siapa rindu itu indah? Coba rasakan.
Bagaimana dengan kenangan?
Apakah kenangan akan selalu mengindahkan dan menentramkan?
Kenangan hanya manis bila dilumatkan ketika kau masih bersama pasangan. Giliran kalian telah saling melepaskan, apalah arti kenangan apabila hanya membuat tersedu-sedan?
Luka dan kenangan.
Simfoni dan kesatuan mutlak yang diciptakan oleh dua insan yang kecanduan dan kasmaran. Bila kenangan itu umumnya indah, namun ingatlah, kita hidup untuk mengubah; bukan balik arah.
Salam hangat dari saya yang penat,

No comments:
Post a Comment