Salam Astuti!
Jadi malam ini, saya menyempatkan diri untuk menulis lagi, mencurahkan apa yang sekiranya saya rasakan dari lubuk hati terdalam. Agak klise, memang. Tapi ya lebih baik saya tumpahkan disini, barangkali ada yang baca dan mau mencoba untuk memberi saran dan bawa saya berani untuk menghadapi kenyataan. Ketimbang saya harus ceritakan kepada orang-orang, yang mungkin akan merasa disusahkan dengan problematika saya.
Saya awalnya merasa kalau hidup saya ada diatas. Saya merasa senang, ya karena beberapa alasan. Saya kira saya sudah akan menemukan seseorang yang tepat. Namun rupanya, perkiraan saya meleset jauh dari keadaan. Saya hanya diberikan harapan, tapi semuanya semu dan tidak kejadian. Jadi saya bergeming dan termangu mengecap dan menelan pahit-pahit kenyataan. Katanya, sepasang insan saja bisa saling jatuh cinta walau belum tatap muka, tapi mana buktinya? Apa hanya sekedar kiasan dan pemberi harapan saja?
Sudahlah.
Someday, I'll probably stop hoping for anything.
Baru saja kemarin saya merasa bahagia. Saya merasa ada seseorang yang memperhatikan saya. Yah, sekedar hanya mengingatkan, "jangan lupa makan ya." Atau, "temen-temen lu cewek ngerokok? Lu jangan ikut-ikutan ya!" Atau, "jangan diet-diet lah, nanti sakit loh." Dan segala macam bentuk perhatian.
Apa itu perhatian yang bisa didapatkan dari seorang teman biasa?
Bagaimana kalau saya terlanjur jatuh dalam cinta?
Entah, tapi ibu saya pernah berkata kalau saya itu terlalu gampang memberi rasa.
Saya juga kerap kali melantunkan sebuah tembang dari Adera yang judulnya "Terlambat", dan beginilah liriknya:
Andai saja waktu itu tak ku tunda
Tuk ungkapkan isi hati kepadanya
Mungkin dia jadi milikku, bahagiakan hariku
Oh tetapi kenyataan tak begitu
Di saat ku mencoba merajut kata
Dan berharap semua jadi sempurna
Tiba-tiba ada yang lain yang mencuri hatinya
Hilang sudah kesempatanku dengannya
Terlambat sudah semua kali ini
Yang ku inginkan tak lagi sendiri
Bila esok mentari sudah berganti
Kesempatan itu terbuka kembali
Akan ku coba lagi
Cukup sudah kesalahan kali ini
Jangan sampai semua terulang kembali
Keraguan dalam hatiku harus ku buang jauh
Bila ingin mendapatkan yang terbaik
Terlambat sudah semua kali ini
Yang ku inginkan tak lagi sendiri
Bila esok mentari sudah berganti
Kesempatan itu terbuka kembali
Akan ku coba lagi
Pengalaman pahit yang ku jadikan pelajaran
Dalam hidup yang tak akan terlupakan (terlupakan)
Oh jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan
Jangan tunda jangan tunda
Terlambat sudah semua kali ini
Yang ku inginkan tak lagi sendiri
Bila esok mentari sudah berganti
Kesempatan itu terbuka kembali
Terlambat sudah semua kali ini
Yang ku inginkan tak lagi sendiri
Bila esok mentari sudah berganti
Kesempatan itu terbuka kembali
Akan ku coba lagi hooo akan ku coba lagi
Mungkin memang dia belum ada yang punya. Tapi yang jelas, hatinya sudah ada yang memiliki. Dan dia juga sudah ada tambatan hati. Sayangnya, itu bukan saya. Sudahlah. Saya harus menyerah. Saya tentukan arah sajalah.
Salam kesedihan yang mendalam,
No comments:
Post a Comment