Menatap Horizon, Menyingkap Yang Buta Aksara dan Buta Realita
Ia datang atas nama cinta
Berjuta kali diterka, direka
Nyatanya selalu sama; tetap luka
Bahkan membara, menganga, kian menyala.
Ia datang atas nama cinta
Pertapa romansa yang digilas dewi durga
Kala bergegas menuju tawa
Tuhan berkata harapan telah tiada
Ia minggat, entah kemana.
Ia pernah datang atas nama cinta.
Ia; yang adalah mahakarya surgawi, dalam raga Adam
Buah kuldi tiada membunuhnya,
Hanya meluluhlantakan yang ada.
Mengubah sosok non abadi,
Menjadi serupa dengan stupa.
Kaku
Dingin
Tiada rasa
Tiada cita.
Bekasi, 23 Januari 2014
It's just another good day to die hard.
No comments:
Post a Comment