Tuesday, 10 September 2013

Random thoughts #1

Kadang nggak paham sama hidup. Kenapa Tuhan buat Bumi dan segala isinya? Kenapa Tuhan memberi kita nafas dan kesempatan hidup di dunia kalau ujung-ujungnya kita balik lagi ke pangkuanNya? Dan kenapa Tuhan memberi kita hati nurani supaya kita bisa mencintai orang lain dan diri sendiri kalau akhirnya semua harus pergi, dan kita yang mencintai akhirnya belajar untuk merelakan? Bener-bener nggak paham. It's truly the mystery of God. 
Kenapa pagi ini gue ngepost kayak gini? Karena gue rasa lagi banyak banget yang udah berpulang ke ribaan surgawi di sana akhir-akhir ini. Gue lihat di Path, banyak yang ngepost keluarga atau kerabatnya meninggal. Dul, anak bungsu dari keluarga Maia-Dhani, baru kecelakaan dan menewaskan 6 orang dan 3 orang diantaranya namanya Agus. Apa sih yang dirasain sama keluarga dan orang-orang yang kehilangan mereka? Bukan berarti gue nggak pernah ngerasain kehilangan orang untuk selama-lamanya. Mbah gue, pakde, budhe gue udah meninggal beberapa tahun yang lalu. And I feel awful about it. Tapi apa yang dirasakan sama, let's say, pasangan hidup mereka? Atau keluarga inti mereka? Hancur? Probably yes. Tapi ya kembali lagi ke paragraf awal tadi. Kita yang mencintai pada akhirnya harus berusaha dan belajar untuk merelakan.
Lantas, kalau udah meninggal, kita bisa apa? Kita bisa membangkitkan mereka lagi dan memaksa raga mereka yang udah disfungsi total untuk menjalani kehidupan normal di dunia seperti kita umat manusia yang masih berpijak dan menapaki terjalnya batu kehidupan? Yea. I don't think so. Kalau udah meninggal, mungkin kesedihan dan kehancuran akan berlangsung beberapa lama aja. Tapi kemudian, semua akan kembali normal. Like nothing happens. And that's just one of million ways to move on and let everything go. 
Yang kembali gue pertanyakan adalah: how it feels like to die? Rasanya apa sih? Sakit nggak sih? Dan apakah ada afterlife? Gue percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. But, where? How it could possibly be like? Apakah sama aja kayak di dunia? Atau kehidupan setelah mati tuh lebih indah? No one knows. 
Jujur, belakangan ini gue sering banget iseng nanya sama orang-orang yang lagi bercengkrama sama gue. "Makanan apa yang pengen lo makan sebelum lo mati?"
"Kalau disuruh  pick 6 orang, siapa aja orang-orang yang pengen lo liat terakhir sebelum lo mati?"
"Lo pengen mati dengan cara apa?"
dan tentunya:
"Gimana ya rasanya mati?"

Kebanyakan orang merinding dan kayak langsung "De pertanyaan lo apaan banget deh?" atau minimal merinding dan ganti topik. Kenapa? Because they afraid of death. Kenapa semua orang takut sementara gue penasaran? Mungkin karena gue ingin menjawab segala pertanyaan retoris tersebut sendiri, dan tentunya gue kepo, kalau gue mati, gimana ya suasana pemakaman gue? Gue bakal pake baju apa ya? Yang jelas, I'd rather be cremated than buried. Gue udah pernah pesen sama cowok gue, sama sodara gue, kalau gue mati gue mau dikremasi dan gue pengen pake baju prom gue. Dan mereka semua nganggep gue udah gila dan nggak mau ngebahas itu.
Kenapa gue memilih untuk dikremasi? Karena gue mau semua orang bener-bener move on dan nggak mengunjungi makam gue tiap Paskah, Natal, ulang tahun gue, or whenever they feel like missing me. Dan gue berprinsip: manusia berasal dari debu, dan harus kembali ke debu juga. Kalau gue udah jadi abu, gue mau ditabur ke laut di Lombok. Atau dimanapun yang penting bukan Ancol. Kalau kangen gue, kan bisa sekalian liburan ke pantai, sunbathing, which in the end will lead them all to happy vacation and forget about mouning and sadness. 
Terus pertanyaan dan pemikiran gue yang lain adalah: gimana kalau ternyata seluruh hidup kita ini ternyata cuma mimpi? Dan kalau kita mati itu berarti kita udah bangun dari tidur kita? Bingung kan lo? Yang ini masih samar-samar sih di benak dan pikiran gue. Yang jelas gue udah mengutarakan segala macem random thoughts gue seputar kematian. Bener-bener orang kurang kerjaan ya, libur kuliah sehari bukannya dipake bobo malah ngepost ginian. Bodo amat. I feel like I want to spit it out. 

Bandung, 8.34 AM
Rabu, 11 September 2013 (11 tahun setelah kejadian di WTC USA)
With unlove, Deanty

No comments:

Post a Comment